Skip to main content

PRE EKLAMPSIA

PRE EKLAMPSIA

Pengertian
            Preeklampsia adalah keadaan dimana hipertensi disertai dengan proteinuria, edema, atau kedua-duanya yang terjadi akibat kehamilan setelah minggu ke-20 atau kadang-kadang timbul lebih awal bila terdapat perubahan hidatidiformis yang luas pada vili dan korialis (Mitayani, 2009:14)

Etiologi
  1. Sering terjadi pada primigraviditas, kehamilan ganda, hidramnion, dan molahidatidosa.
  2. Sebab bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan.
  3. Sebab jarangnya terjadi eklampsia pada kehamilan-kehamilan berikutnya.
  4. Sebab timbul hipertensi, edema, proteinuria, kejang, dan koma.
Patofisiologi
            Pada preeklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme yang hebat pada arteriola glomerulus. Pada beberapa kasus lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui satu sel darah merah. Jadi, jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, maka tekanan darah dengan sendirinya akan naik, sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi.

Manifestasi klinis
  1. Tekanan darah
  2. Kenaikan berat badan
  3. Proteinuria
Gejala-gejala subjektif yang dirasakan pada preeklampsia
  1. Nyeri kepala
  2. Nyeri epigastrium
  3. Gangguan penglihatan
Preeklampsia dikatakan ringan apabila:
•      Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih, dan kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih.
•      Edema umum, kaki, jari, tangan, dan wajah atau kenaikan BB 1 kg atau lebih per minggu.
•      Proteinuria kuantitatif 0,3 gram atau lebih per liter, kualitatif 1+ atau 2+ pada urine keteter/mid stream.

Preeklampsia dikatakan berat apabila:
•      Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
•      Proteinuria 5 gram atau lebih per liter
•      Oliguria jumlah urine kurang dari 500 cc per 24 jam
•      Adanya gangguan serebral, gangguan visus, dan rasa nyeri epigastrum
•      Ada edema paru dan sianosis.

Komplikasi
  1. Pada ibu
            a. Eklampsia
            b. Kelainan pembekuan darah
  1. Pada janin
            a. Prematur
            b. Asfiksia neonatorum


Comments

Popular posts from this blog

SAP STROKE

SATUAN ACA RA PENYULUHAN STROKE Tema : Stroke A.       Sub Pokok Bahasan  Pengertian Stroke  Gejala Stroke  Penyebab Stroke  Pencegahan Stroke Hari/ Tanggal              : Sabtu, 12 Juli 2014 Waktu                         : 09.00 wib Penyaji                        : Mahasiswa STIKES  Aisyiyah Surakarta Sasaran                       :  Pasien dengan stroke B. TUJUAN 1.    Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan Kesehatan tentang stroke  diharapkan...

MAKALAH AGAMA ILLA', LI'AN DAN DZIHAR

MAKALAH AGAMA ILLA', LI'AN DAN  DZIHAR BAB I A.   LATAR BELAKANG Ilaa’ dari segi bahasa bermakna menolak dengan sumpah. Adapun makna ilaa’ dari sudut pandang syara’ berarti menolak untuk mengumpuli istrinya dengan bersumpah. Dlam hal ini, sumpahnya boleh dilakukan dengan menggunakan nama Allah, berpuasa, bersedekah, haji, atau dengan cara bercerai. Kata li’an berasal dari kata al-La’nu. Yaitu, ucapan seorang suami sebagai berikut, “Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku benar-benar melihat isteriku telah berzina.” Kalau ada bayi yang lahir dan ia yakini bahwa itu bukan anaknya, maka hendaklah ia nyatakan bahwa bayi itu bukan anaknya. Ucapan itu hendaklah diulangi empat kali, kemudian ditambah pada yang kelima dengan kalimat, ‘Laknat Allah akan menimpaku sekiranya aku dusta dalam tuduhanku ini.” Secara etimologis (bahasa) ,kata zhihar berarti punggung. Sedangkan menurut istilah , kata zhihar berarti suatu ungkapan suami kepada istrinya., “bagiku kamu seperti pungg...

Dialog dengan Pasien Gangguan Jiwa Susaide SP 1

STRATEGI PELAKSANAAN SUSAIDE SP 1 A.       Kondisi klien Data Subjektif: 1.       Mengungkapkan keinginan bunuh diri 2.       Mengungkapkan keinginan untuk mati 3.       Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan 4.       Ada riwayat berulang percobaan bunuh diri sebelumnya dari keluarga 5.       Berbicara tentang kematian, menanyakan tentang dosis obat yang mematikan 6.       Mengungkapkan adanya konflik interpersonal 7.       Mengungkapkan telah terjadi korban perilaku kekerasan saat kecil Data Objektif: 1.       Impulsif 2.       Menunjukkan perilaku yang mencurigakan ( biasanya menjadi sangat patuh) 3.       Ada riwayat penyakit mental (depresi, psikosis, dan penyalahgunaan alkohol) ...